Penuntun Field Trip PIP 2010

Penuntun PIP
—————————————–
Oleh : LV Crew
Nim : LV001
Lokasi : Gowa-Takalar-Jeneponto-Bantaeng-Bulukumba
Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian
Fakultas Pertanian
Universitas Hasanuddin
Tahun 2010

Dari keterangan tersebut bahwa reorientasi pembangunan pertanian, tersirat sinyal yang cukup mengenai adanya pergeseran paradigma pembangunan dari Growth Centered Development yang berorientasi pada pembangunan fisik ke People Centered Development.

Paradigma baru ini merupakan pembangunan yang dibutuhkan bagi masyarakat yang dapat memberikan kesempatan kepada orang banyak terlibat di dalam menentukan masa depannya sendiri. Konsep ini juga dikenal dengan nama Participatory Development dengan menekankan kebijakan pembangunan baik makro maupun mikro dibuat dengan muara dari bawah ke atas dan berlawanan dengan mekanisme lama yaitu Top Down.

Sasaran utama pertanian berdasarkan program masyarakat bukan hanya meningkatkan produksi, melainkan bagaimana memfasilitasi warga desa (petani) untuk melaksanakan proses pembangunan pertanian mereka sendiri. Turut berpartisipasinya mereka (petani) dalam perencanaan pembangunan pertanian merupakan salah satu cara untuk menjamin mereka agar mandiri (Self Help) dalam segala aspek kehidupannya.

Pemberdayaan masyarakat tani, nelayan dan peternak, merupakan paradigma pembangunan pertanian partisipatif yang bertumpu pada sumberdaya manusia yang selama ini bertindak sebagai pelaku utama pencapaian kesejahteraan keluarganya. Karena itu dalam memasuki abad 21 yang merupakan abad dengan individu dan anggota masyarakat perlu diberdayakan dengan memberikan kebebasan, keleluasan sehingga mereka (petani) tidak perlu lagi menjadi buruh bagi lahannya sendiri. Untuk itu salah satu sasaran yang ingin dicapai dari Mata Kuliah Pengantar Ilmu Pertanian adalah ingin mengetahui apakah pembangunan pertanian yang sedang digalakkan di Sulawesi Selatan tersebut melibatkan petani dalam perencanaan dan pelaksanaannya. Dari berbagai pemikiran tersebut, maka Tim Pengajar Mata Kuliah Pengantar Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin merasa sangat penting untuk melakukan Field Trip, agar Mahasiswa dapat melihat secara nyata terhadap berbagai pentas sosial dalam dunia pedesaan. Selain itu teori – teori yang diberikan di bangku kuliah belum cukup memadai bagi seorang calon sarjana pertanian apabila tidak melihat atau membandingkan secara langsung apa yang terlihat di lapangan.

Banyak pelajaran –pelajaran yang dapat ditarik dari aktivitas Field Trip yang tidak akan pernah diperoleh di bangku kuliah antara lain memahami petani dan keluarganya serta masyarakat pedesaan pada umumnya.

Field Trip memberikan kesempatan besar kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kreatifitasnya baik secara mandiri maupun secara kelompok dan dapat pula mengembangkan ide – ide dan meneruskan pengalaman – pengalaman masyarakat dan memahami potensi masyarakat agrokompleks yang ada dalam masyarakat itu sendiri.

untuk membaca lebih lanjut silahkan klik logo LV

Sampul silahkan klik logo LV

About lvunderground
Kegilaan yang Merubah Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: